ƬᗩᖇƖᗩᑎ ᔕᗩᑎG HƳᗩᑎG ᗰƐᗰƐᗪƖ
ʙʏ ᴊʀᴏ ʟᴇᴇ(ᴘɪɴɪsᴇᴘᴜʜ ᴅᴀʟᴇᴍ sᴇɢᴀʀᴀ ɢɴɪ)
Dengan perkembangan jaman seperti kemajuan era globalisasi saat ini. Sesuatu hal - hal yang berbau mistis kurang dapat dipercaya. Namun di dunia ini ada sesuatu hal yang sulit diterima nalar namun keberadaannya ada. Pulau Bali adalah pulau yang memiliki kesucian dan memiliki tradisi - tradisi yang unik dan sakral serta sarat akan makna, salah satunya tarian Sanghyang Memedi. Masyarakat Bali tidak akan asing dengan nama sosok memedi itu, setiap mendengar nama memedi, pikiran tertuju kepada sesosok mahluk gaib yang suka menyembunyikan anak kecil. Hal seperti ini biasanya terjadi di siang hari maupun sore hari "bahasa Bali : tengai nepet dan sandikala". Masyarakat Bali menghormati keberadaan mereka. Penghormatan terhadap sosok memedi tersebut dalam kehidupan masyarakat Bali di pentaskan melalui tarian. Sehingga tarian tersebut disebut tarian Sanghyang Memedi. Umumnya tarian Sanghyang Memedi di lakukan ditempat tempat yang jauh dari keramaian maupun di suatu desa tertentu yang masih asri. Arti dari Sanghyang Memedi, yaitu berasal dari kata Sang yang memiliki makna personalisasi atau indentifikasi, arti Hyang terkait dengan keadaan spiritual yang mendapatkan penghormatan yang khusus, sehingga Sanghyang Memedi memiliki makna sosok roh gaib yang bernama memedi mendapat penghormatan khusus, sehingga sosok memedi ini dihormati melalui tradisi yaitu tarian Sanghyang Memedi. Tarian Sanghyang ini dapat ditarikan sebagai salah satu pelengkap maupun rangkaian dari upacara adat agama Hindu di Bali serta dapat digunakan sebagai penyeimbang alam atau penetralisi sebuah wabah maupun bencana yang terjadi disebuah desa. Namun tarian Sanghyang ini tidak begitu saja dapat ditarikan disebuah upacara agama Hindu di Bali maupun di laksanakan di suatu desa yang lain. Tarian ini disesuaikan dengan tradisi maupun kondisi Pura maupun desa yang menggelar tarian Sanghyang Memedi.
Tarian Sanghyang Memedi telah dilakukan juga di pererepan Dalem Segara Gni, tarian Sanghyang ini mulai dilakukan tahun 2018. Pererepan Dalem Segara Gni terletak di Kota Denpasar, tepatnya kelurahan Sesetan gang gumuk sari. Tarian ini dilakukan atas dasar pewisik atau petunjuk gaib. Tarian ini bertujuan sebagai rangkaian Piodalan di Pererepan Dalem Segara Gni yang jatuh pada hari raya Saraswati. Prosesi awal metangi atau diadakan tarian Sanghyang diawali dengan melakukan permohonan di Pura Kahyangan Tiga, dengan memundut keroncongan "sejenis alat bunyi seekor sapi" untuk disucikan agar layak untuk tarikan serta memohon kelancaran dan keselamatan akan diadakan tarian tersebut. Penari Sanghyang Dalem Segara Gni merupakan juru pundut atau tapakan Ide Betara Betari yang berstana di Pererepan Dalem Segara Gni. Juru pundut tarian Sanghyang ada 6 orang, masing masing memundut 6 keroncongan tersebut. Setelah permohonan di pura Kahyangan Tiga, permohonan dilanjutkan di Pura Taman Kesuma Sari yang tidak jauh dari Pererepan Dalem Segara Gni, yang juga merupakan Pura di empon atau dimiliki oleh Jero Mangku yang ngaturang ayahan atau sebagai pemangku Pererepan Dalem Segara Gni. Selanjutnya ngelinggihin keroncongan suci di Pererepan Dalem Segara Gni. Tarian Sanghyang ditarikan diakhir rangkaian Piodalan Pererepan Dalem Segara Gni, serta tarian Sanghyang diadakan di pelaba atau jaba Pura Taman Kesuma Sari. Tarian Sanghyang Memedi di Pererepan Dalem Segara Gni prosesinya tidak jauh berbeda dengan tarian tarian yang ada di daerah maupun di Pura yang lainnya. Penari akan mengalami trance maupun ketedunan Sanghyang, menari tanpa gerakan tarian pada umumnya karena dikendalikan oleh masing masing Sanghyang tersebut, sehingga gerakan penari satu dengan yang lainnya berbeda beda. Penari akan menari diatas Bara Api yang berbahan dari serabut kelapa. Penari akan loncat loncat serta mandi dengan bara api layaknya mandi dengan air.
Sanghyang Memedi memiliki nama dan karakter sendiri, setelah prosesi tarian berakhir, penari disadarkan dan Sanghyang Memedi kembali dimohonkan agar kembali melinggih melalui keroncongan suci tersebut sebagai linggih Sanghyang di Pererepan Dalem Segara Gni.
Selanjutnya penari di percikan air suci serta diberikan suguhan maupun sejaji sesuai permohonan sebelumnya serta di suguhkan nasi dengan lauk telor asin, pisang dan kopi. Mungkin hal ini akan ada perbedaan dengan Sanghyang Memedi yang ada di desa maupun Pura lainnya, namun tetap memiliki makna dan tujuan yang sama yaitu sebagai penyelarasan dan penghormatan terhadap ciptaan Tuhan agar hubungan harmonis terjadi antara manusia dan lingkungan, serta bertujuan permohonan penetralisir wabah yang terjadi dimana dapat dilakukan saat saat tertentu sesuai kepentingan desa maupun pewisik atau bisikan gaib dari Pura wilayah suatu desa tersebut sehingga dilakukan tarian Sanghyang Memedi. Tarian Sanghyang Memedi merupakan tarian sangat sakral dan mengandung sarat dengan makna, sehingga tarian ini tidak sembarangan dapat dilakukan. Diharapkan sekali agar dapat melestarikan tradisi tradisi leluhur umat Hindu di Bali, salah satunya tarian Sanghyang Memedi.
DALEM SEGARA GNI
Komentar